Minggu, 17 November 2019

BELAJAR SMART DARI MICHAEL JORDAN..

Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.” Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”
 
 

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. 

Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?” Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.” Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”

Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”

Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.”

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. Dia mengasah potensinya hingga akhirnya dia menjadi salah seorang pemain basket terhebat di dunia ini dan menjadi salah seorang atlet terkaya.

Semoga jadi inspirasi 🙏🙏🙏
 
 

 www.akademibisnisdigital.com/#/starter/?ref=natabd9e&funnel=Starter1

Untuk pendaftaran cukup ikuti registrasi di website essenso disini..
 
www.artikel.essenzo.co.id/reseller?ref=natabd9e&funnel=Reseller-Essenzo1
 
 
 

"Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat, seakan hidup ini tak ada artinya lagi, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik" lirik lagu Jangan Menyerah yang dinyanyikan oleh d’Massiv ini mengambarkan bahwa kehidupan tentunya tidak berjalan mulus namun juga ada rintangan masalah yg datang.

Seperti ketika dalam hidup kita sudah membuat rencana A, ada saja masalah yang membuat pindah rencana B. Semua masalah yang mengganggu terkadang membuat kita menganggap Tuhan tidak adil. Rasanya kita ingin mengulang waktu dan memperbaiki keputusan yang kita ambil sebelumnya.

Padahal hidup adalah sebuah pilihan yang kita ambil sendiri. Dari kita bangun tidur hingga tidur lagi, begitu banyak pilihan yang terjadi. Begitu juga dengan kehidupan, kita berhak menentukan hidup seperti apa yang akan kita jalani kedepannya. Menjadi anak yang berbakti, orang yang sukses atau menjadi orang yang berakhlak buruk pun. Itu semua tergantung pada kita.

Terkadang, kita juga menganggap bahwa hidup orang lain terlihat lebih baik ketimbang hidup kita sendiri. Padahal hidup itu seperti roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah.

 “Life presents many choices, the choices we make determine our future.”
Hidup menyajikan banyak pilihan, pilihan yang kita buat akan menentukan masa depan kita.

Salam ACTION kawan......
 
 
Unduh Aplikasi Tamasia Bisa Dapat 0,2 Gram Emas Gratis
Peluncuran aplikasi Tamasia dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Pimpinan Daarul Quran Ustadz Yusuf Mansur, VP Marketing PT Antam Tbk Yosep Purnama. 
(Dokumen: Tamasia)
 

Tamasia


Tamasia merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya membeli emas batangan hasil produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) secara online dengan konsep syariat. Selain itu, Tamasia juga membuka peluang bagi mereka yang ingin berwirausaha dengan menjadi reseller.
 
Bagi pengguna yang tertarik membeli emas lewat Tamasia, disediakan opsi cicilan mulai dari 3 hingga 24 bulan, dengan pilihan berat emas mulai dari 1 hingga 100 gram. Selama masa cicilan, emas yang dibeli pengguna disimpan dan diasuransikan di Antam sebagai corporate partner Tamasia.
 
 
Download  Tamasia untuk memulai punya tabungan emas mulai dari Rp 10.000, Gratis biaya admin dan biaya simpan,  di bawah pengawasan Bappebti,  100% emas LM Antar. 

Pakai kode ini untuk memulai : ZU2N5XB

Aktifkan di
👇👇👇
 
https://app.tamasia.co.id/registration/?ref=ZU2N5XB
 


Direkomendasikan oleh pengusaha terkenal yaitu BAPAK CHANDRA PUTRA NEGARA